Nol
Tangerang, 120117
Mungkin aku perlu menceritakan ini. Di kamarku sekarang hanya tersisa kenangan. Kalian percaya tidak kalau perasaan cinta itu memang sangat ajaib. Ambil contoh jika dulu kalian tidak mengenal pasangan kalian, lalu entah disaat kapan namun bim salabim kalian tibatiba sudah menjalin hubungan dengan pasangan kalian. Lalu saat menjalani hubungan kalian saling bertanya dan bercerita "Kita kapan bertemu ya?" "Ohh waktu itu kamu dekati aku lewat temen deket aku!". Lalu kalian tertawa bersama, meminum hangatnya teh, atau mungkin sekarang digantikan dengan Hot Choco dari JCo.
Sepertinya ini akan menjadi cerita panjang. Aku berjanji mengupas semuanya. Kesalahanku dari awal hingga akhir. Penyesalanku dari ketiadaan hingga menghancurkan setiap tidurku. Ini bukan cerita hidupku sepenuhnya, bahkan bukan juga cerita oranglain sepenuhnya. Cerita ini diilhami oleh seseorang yang memberikan embun sejuk dalam hatiku. Dahulu memang terasa indah ketika menyentuh hujan yang turun membasahi tiap pepohonan. Hingga saat hujan itu berhenti, kembali gersang. "Hei, ini perasaan apa?"
Panggil saja aku Izzar, di kamarku sekarang tersisa kenangan. Lampu putih menyinari setiap kekosongan hati. Desingan kipas membawaku untuk berfikir lebih cepat, berpacu dengan baling-balingnya. Malam yang indah. Ah, terasa istimewa ketika aku mengawali cerita ini. Setelah aku selesai menulis ceritaku, aku ingin melupakan semuanya. Ingatkan aku. Atau bisa jadi dia kembali sebelum cerita ini selesai kutulis? "Ah, tidak mungkin". Baiklah aku terima pepatah itu, bahwa cinta seperti pedang. Beri kepada orang yang tepat, karena bila kau beri kepada orang yang salah justru akan melukai dirimu. Akan ku mulai seluruh cerita ini.
Komentar
Posting Komentar