Kalau cinta sekedar pertanyaan "Apa?"
Maka bukan "Apa yang kau harapkan dari dia?"
Tetapi "Apa yang kau rasakan saat bersama dia?"
Kalau cinta juga sekedar "Siapa?"
Bukanlah "Siapa yang aku sukai?"
Tetapi "Siapa yang akan aku nafkahi?"
Kalau cinta juga tentang "Kapan?"
Janganlah bertanya "Kapan kita menikah?"
Tapi tanyakan "Kapan kita ceritakan kisah cinta kita kepada anak kita?"
Juga bila cinta tentang pertanyaan "Dimana?"
Maka bukan "Dimana aku akan nyatakan cintaku?"
Tetapi "Dimana akan aku letakan dirinya dalam hidupku?"
Kebanyakan pasangan bertanya tentang "Mengapa?"
Yaitu pertanyaan "Mengapa kau cocok denganku?"
Namun yang seharusnya ditanyakan adalah "Mengapa Tuhan menjadikan aku dan kamu dalam satu keluarga?"
Juga pertanyaan terakhir, yaitu "Bagaimana?"
Bukan bertanya "Bagaimana kuhabiskan waktuku dengannya?"
Tapi "Bagaimana ku yakinkan orangtuanya, bahwa aku bertanggung jawab bagi putrinya?"
Lagipula cinta bukan masalah malu
Tetapi masalah mau
Cinta pun tak hanya mau sembarang
Tapi apakah mau bertanggung jawab?
Cinta yang bertanggung jawab
Ialah cinta yang siap menanggung semua masalah, dan menjawabnya bersama
Bersama hingga maut memisahkan
Bukan bersama hingga amarah tak tau arah
Maka terjawab bahwa cinta itu bersama untuk bertanggung jawab atas apa yang kamu dan dirinya mau, namun kamu dan dia malu menggungkapkannya.
x
Komentar
Posting Komentar