Cinta -2

Cinta.


Aku berada di sudut kamarku ketika menulis bagian ini. Berhadapan langsung dengan pintu, atau mungkin berhadapan langsung juga dengan kenangan masa lalu. Aku sungguh tak percaya ini terjadi. Sekarang hanya tinggal sisa – sisa kejadian saat itu. Aku berharap mengulang kembali. Tapi kawan, jam saja takkan pernah berhenti. Izzar kecil ini sangat berbeda saat dia memutuskan hubungan kita. Aku merasakan cinta itu apa. Dan ini yang dia rasakan sedari dahulu.

Perkenalkan, aku Izzar. Aku anak pertama. Ini bagian cerita pertamaku dengan ditemani kopi pertama malam ini. Untuk membahas jalan kisah cinta pertamaku. Aku menyukai sesuatu yang berbau warna biru sampai sekarang. Aku dibesarkan dari jalur pendidikan swasta bernuansa islami. Hingga diserahkan kepada pihak Pondok Pesantren untuk mendidikku saat masa remajaku.

Disinilah semuanya akan berlanjut penuh kisah. Aku akui kisah ini sangat menarik. Bayangkan saja di lingkungan yang sangat islami, ada satu orang laki – laki dengan jiwa dan pikirannya mencintai seorang wanita. Ah, itu sungguh masa terindah. Kau tahu kan kawan – kawan bagaimana terbayangnya anak pesantren dalam persahabatannya? Disini juga akan kuceritakan.

Namanya Safira. Indah terdengar bukan? Kekhasannya membawa aura sendiri bagi teman temannya. Ia penuh energik dengan sifat feminim yang melekat. Kacamatanya mempercantik wajahnya. Kalau kau melihatnya, jangan menatapnya lama. Karena memang senyumnya sangat mempesona. Matanya memberikan rasa rindu. Hingga cara berjalannya pun sungguh menunjukkan bahwa kedatangannya bermakna.

Oh tuhan.

Aku suka dia.

Hingga saat ini.


-/\-

Komentar