(Potongan) Kecilku

Sesaat tadi kita bercengkrama
Baru saja kita bicara
Ego-logika lilitan ambang rasa
Lembut malam merindu juga

Mungkin melangkah bersama
bisa juga debu fatamorgana
Boleh jadi buah kesederhanaan cinta
ataupun dari Tuhan, inilah sebuah skema

Belum sampai saat itu
menuju puncak matahari beberapa
Dua detik menatap matamu
Jangan kau sengaja merayu!

Akhir ini aku bergegas cepat, sungguh
Teman ucap "nikmati saja denyut jantungmu", aduh
Kuning biru merah dan muda, peluh
Tunggu aku

aku akan mencintaimu setelah ini.

- Fs -
1 November 2017
7:40
Tadi kau berdiri di depan pintu. Jangan lupa mengetuk hatiku.

Komentar